Agent Tiket Pesawat Murah

Agent Tiket Pesawat Murah
Agent Tiket Pesawat Murah

Senin, 19 Juli 2010

KNKT Akan Selidiki Insiden Batavia di Pekanbaru
Antara
Antara - Sabtu, 17 Juli

[KNKT Akan Selidiki Insiden Batavia di Pekanbaru] KNKT Akan Selidiki Insiden Batavia di Pekanbaru

Pekanbaru (ANTARA) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menginvestigasi insiden pendaratan darurat pesawat Batavia Air di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau.

"KNKT akan datang untuk menyelidiki insiden ini," kata Distric Manager Batavia Air Zulkifli di Pekanbaru, Sabtu.

Ia mengatakan hingga kini pesawat Airbus A320 yang memiliki kode registrasi PK-IVD itu masih berada di Bandara SSK II Pekanbaru setelah terjadi insiden pendaratan darurat pada Kamis (15/7) malam. Meski begitu, Zulkifli mengatakan belum bisa memastikan kedatangan tim KNKT.

Selama investigasi KNKT belum dilakukan, lanjutnya, pesawat tersebut belum boleh dioperasikan.

Ia juga mengatakan belum bisa memastikan penyebab kerusakan mesin yang menyebabkan pesawat tersebut terpaksa mendarat darurat.

"Intinya telah terjadi kesalahan teknis, tapi lebih jelasnya saya belum tahu," ujarnya.

Meski begitu, sejumlah teknisi maskapai Batavia Air terlihat telah melakukan perbaikan terhadap mesin pesawat yang kini diparkir di "taxi way" Bandara SSK II Pekanbaru sehari setelah insiden.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasi dan Pelayanan Bandara SSK II Joko Sudarmanto sempat mengatakan tim dari Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara (DSKU) Kementerian Perhubungan juga akan segera menyelidiki kerusakan pesawat Batavia yang menyebabkan terjadinya insiden itu.

Pesawat Batavia jenis Airbus A320 dengan nomor penerbangan BTV 562 yang seharusnya terbang dengan rute Pekanbaru-Jakarta terpaksa kembali ke Bandara dan melakukan pendaratan darurat pada Kamis (15/7) lalu, pukul 20.30 WIB.

Peristiwa itu terjadi menyusul meledaknya mesin jet yang terdapat pada bagian sayap kiri pesawat sebanyak dua kali yang dirasakan penumpang sesaat setelah pesawat lepas landas dari bandara setempat pukul 18.55 WIB.

Meski semua penumpang dan awak pesawat dilaporkan selamat dalam insiden tersebut, namun mereka terlihat trauma bahkan histeris karena merasakan guncangan akibat suara ledakan yang membuat pesawat berputar-putar 1,5 jam untuk menghabiskan bahan bakar avtur agar resiko kecelakaan saat pendaratan darurat bisa dikurangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar